banner ads

Labels

Rabu, 06 Maret 2013

Pejabat, Hebatnya Cara Mereka Memelas dan Memeras

13442626661615681267
"Pilih saya dong…" (Sumber gbr: presidenri2020.blogspot.com)


Budaya Memelas dan Memeras Tumbuh Subur Tanpa Mampu Dicegah
Ah, ini hanya sekedar celotehan anak manusia yang penuh pertanyaan dalam hidupnya. Anak manusia yang datang dari sebuah kampung kecil, beranjak dewasa di sebuah kota kecil pula, lalu menimba ilmu sampai ke luar negri, dan akhirnya pulang kampung untuk hidup di kota besar. Di dalam kehidupannya ia berulangkali menjumpai kemirisan dalam hidup, serta selalu bergulat dengan pergulatan hidup dengan rasionalitas alamiah: Jatuh bangun. Suka duka. Susah senang. Di atas di bawah. Depan belakang, dan masih banyak lagi. Ah, penuturan yang mungkin akan dibalas dengan satu kata—Klasik.
Memang hidup ini sangat klasik. Pengulangan peristiwa demi peristiwa yang sama masih saja terus terjadi. Kalaulah itu bernilai positif betapa bagusnya ia. Tapi, tunggu dulu! Bagaimana bila itu bernilai negatif? Kalau begitu, betapa berbahagianya dan beruntungnya seekor keledai karena punya banyak kawan yang mau saja jatuh ke dalam lubang yang sama berulang kali. Tapi itulah hidup, untung selalu dapat diraih dan malang pasti bisa ditolak. Kenapa Anda meolotot? Salah? Oh iya, Anda benar, seharusnya ungkapan yang betul adalah untung tak mampu diraih tapi malang tak juga pernah bi

Jumat, 27 Juli 2012

ARTI KEHIDUPAN

Aku sering berfikir… untuk apa aku hidup?








Mulai dari sebuah sekolah yang menanamkan disiplin dan kehidupan bermasyarakat.

 
Begitu banyak masa kecil yang tersita untuk belajar ….
 
 Akhirnya mendapat gelar….
KLIK BENDERA UNTUK MENGALIHKAN BAHASA
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified