Labels

Kamis, 24 November 2011

Peranan DPRD Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah


Oleh :
Yan Salam Wahab
3. Sambungan.
Harus diakui secara jujur bahwa Pemerintahan Kabupaten Kerinci selama Era Reformasi  yang telah dilewati dengan selamat, mencatat beberapa kemajuan yang sangat penting. Khusus dalam sektor ekonomi, yang merupakan titik berat pembangunan selama ini, menunjukkan pertumbuhan luar biasa. Imbas dari pertum­buhan ini juga telah menyentuh berbagai sisi kehidupan Rakyat.
Tidak berlebihan kalau harus dikatakan bahwa kemajuan sektor ekonomilah yang menjadi daya utama penggerak kemajuan-kemajuan sek­tor lainnya. Seperti, pada sektor pendidikan, dewasa ini telah dimungkin-kan terbukanya berbagai peluang bagi setiap lapisan masyarakat untuk meraih jenjang pendidikannya ketingkat yang lebih tinggi secara lebih merata. Hal ini semua dimungkinkan karena tingkat perekonomian rakyat yang cukup memadai untuk membiayai kebutuhan akan pendidikan.
Bagaimanapun juga, kemajuan ekonomi yang disertai dengan peningkatan kemampuan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, disukai atau tidak, akan melahirkan pola pikir, pola sikap dan pola hidup, yang niscaya berbeda de­ngan orientasi generasi sebelumnya. Dari sisi inilah, keberhasilan ataupun kekurangan yang telah teragendakan oleh rentang waktu masa Reformasi, berdampak pula terhadap semangat persatuan dan kesatuan yang telah dibina selama ini.
Manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna "sesuatu" itu bagi dirinya. Apabila suatu keadaan dianggap dan dirasakan menguntungkan dirinya, maka mereka pun akan memberikan dukungan atau respons yang positif. Sebaliknya jika suatu keadaan dinilai merugikan kepentingannya maka mereka akan mengemukakan sikap dan reaksi penolakan baik secara terang-terangan (manifest) atau terselubung (letent). Akan tetapi jika kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari tidak setiap orang mau dan mampu mengemukakan reaksinya terhadap kebijaksanaan atau keadaan yang mereka rasakan atau mereka anggap tidak menguntungkan dirinya. Banyak faktor yang menyebabkannya. Tingkat pendidikan, status sosial ekonomi. kesempatan self confidence, dan push factors maupun full factors yang dapat memancing dan membangkitkan keberanian mereka, merupakan faktor yang menentukan response mereka bersifat latent atau manifest.
Pendapat umum seringkali merupakan pendapat yang walaupun tak didukung oleh orang terbanyak tetapi merupakan pendapat militan dengan efek yang besar dan terkadang menentukan. Kondisi atau keadaan serupa ini sebenarnya merupakan keadaan umum di suatu negara. Bahkan seringkali Demokrasi disebut "Pemerintahan oleh opini publik". Di Jaman Yunani Kuno dan Romawi, misalnya pendapat umum sangat ditakuti karena dapat bertindak sebagai "Pengadilan Rakyat" dalam menjatuhkan hukuman kepada tertuduh, yaitu orang yang dianggap telah melanggar norma atau menciptakan situasi yang merugikan rakyat.
Dalam hal ini DPRD adalah unsur Daerah. Ini berarti DPRD sebagai mitra eksekutif mempunyai tanggung jawab untuk mengamankan kebijaksanaan Pemda yang mungkin oleh rakyat dirasakan kurang menguntungkan. Di sisi lain DPRD yang terdiri dari fraksi-fraksi yang merupakan kepanjangan tangan porpol/orpol,  dibebani tanggung jawab moril untuk dapat mengagregasikan dan mengartikulasikan kepentingan rakyat pemilihnya. Sekalipun fungsi dan kedudukan DPRD berbeda dari DPR-RI, tetapi kehendak rakyat perlu dipertimbangkan. Apalagi jika kehendak atau sikap itu mencuat dan berubah menjadi public opinion atau pendapat umum. Oleh karena itu perlu dikaji bagaimana munculnya pendapat umum dan faktor apa saja yang mempengaruhi, serta bagaimana solusinya.
Setiap orang lahir dari sebuah keluarga. Di sini ia dikenalkan pada norma keluarga sebagai awal sosialisasinya. la dikenalkan pada apa yang baik dan buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Ketika ia mulai bermain di luar rumah dengan tetangga-tetangga sebayanya, ia pun mendapat tambahan norma yang harus dikenalnya. Begitu pula ketika ia sekolah, bekerja, dan memasuki kehidupan masyarakat luas, semakin banyak norma, nilai, tatanan, dan aturan yang ia kenal dan menuntut untuk dipatuhinya. Perjalanan panjang kehidupan seperti inilah yang mempengaruhi seseorang pada saat ia menghadapi masalah atau situasi dan harus rnenentukan sikapnya.
Karena setiap orang menjalani proses sosialisasi yang berbeda dan berada pada lingkungan yang berbeda, maka sikap merekapun tidak selalu sama. Akan tetapi betapapun bedanya sikap seseorang, terhadap suatu norma atau nilai yang oleh masyarakat umum masih dianut (normatif) mereka pun akan bersikap (relatif) sama. Persamaan sikap terhadap "sesuatu" inilah yang nantinya akan membentuk pendapat umum. Dengan perkataan lain, pendapat umum dibentuk dari sikap atau pendapat para individu terhadap suatu keadaan.
Jika dalam pembangunan, kita mengabaikan masalah pemerataan. Kita harus menyadari bahwa apabila pergeseran-pergeseran selama ini dianggap memiliki potensi mengancam. Sebab, dengan maju dan meningkatnya pendidikan, menjadikan rakyat lebih kritis, lebih sadar dan lebih mampu menimbang dan merasakan hasil-hasil pembangunan, lebih mampu memahami tuntunan ideologi (Pancasila) dan konstitusi (UUD 45). Sehingga lebih mampu mengerti tentang apa yang diterima dan apa yang seharusnya diterima.

0 komentar:

Posting Komentar

KLIK BENDERA UNTUK MENGALIHKAN BAHASA
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified