Labels

Minggu, 29 April 2012

Persatuan dan Kesatuan Tujuan Pokok Pembangunan

Oleh :
Yan Salam Wahab

Kita beruntung hidup di negara Indonesia khususunya Kabupaten Kerinci yang penuh dengan nuansa kebersamaan dalam dimensi persatuan dan ksatuan bangsa. Dalam konteks itulah kita menyadari arti penting pembangunan yang senantiasa mengedepankan nilai-nilai substansial dalam upaya pemberdayaan potensi masyarakat guna mewujudkan cita-ccita dan tujuan negara kesatuan Republik Indonesia sebagaimana tertuang di dalam pembukaan UUD 1945.
Dimensi persatuan dam kesatuan merupakan nafas yang menggerakkan kesadaran membangun seluruh potensi kekuatan bangsa, Karena tanpa memahami sekaligus menyadari arti dan peran penting persatuan dan kesatuan, niscaya kita akan menghadapi berbagai fenomena timbulnya ekses-ekses destruktif ketimbang kesadaran yang lebih benuansa konstruktif. Karena itu, betapa pentingnya nilai persatuan dan kesatuan secara hakiki tumbuh di dalam setiap hati dan jiwa manusia di daerah kita.
Di dalam sejarah peradaban umat manusia, makna yang terkandung di dalam nuansa persatuan, selalu menjadi bagian penting yang memiliki saham terbesar di dalam memenangkan sebuah perjuangan melawan kebathilan, penindasan dan penjajahan yang berusaha merebut kemerdekaan suatu kaum maupun suatu bangsa.
Sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, kita seyogianya mampu memahami dan menghayati arti dan peran penting kesadaran untuk selalu memahami dan menghayati arti dan peran penting keselaran untuk selalu mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan. Betapa pun untuk menegakkannya mendapatkan banyak tantangan, rintangan dan bahkan halangan. Karena, jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa bukanlah sesuatu yang dapat ditawar-tawar Sejatinya, nilai-nilai, semangat dan jiwa persatuan dan kesatuan tidak hanya berarti sebagai fundamen dasar dari kerangka besar pembangunan angsa tapi juga merupakan motor penggerak dinamisnya fenomena pembangunan guna mencapai tujuan dan cita-citakan.
Di era informasi dan globalisasi dewasa ini. di mana batas-batas antar negara semakin tipis, kita tidak bisa mengelak terhadap arus deras yang masuk dengan pola budaya dan kehi-dupan baratyang lebih mengagungkan kebebasan dan sifat-sifat individualistik, yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan dasar negara Pancasila. Di tengah-tengah arus globalisasi, jati diri kita sebagai bangsa yang berbudaya luhur dalam khasanah saling harga menghargai, hormat menghomiati, penuh tolenransi yang cenderung mengutamakan nilai dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, akan menjadi benteng yang kokoh dalam menghadapi arus deras budaya barat yang cenderung menjadi ancaman bagi tata dan pola kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Perlu diingat pula bahwa arus globalisasi dan kemajuan teknologi imformasi ini yang menyebabkan pecahnya ikatan negara-negara Eropa Timur dan USSR (Uni Sovyet Sosialis Republik) yang wilayahnya sampai ke Benua Asia.
Negara kita yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan kultur oleh Founding Father kita telah berhasil diikat menjadi satu dengan lambang Bhineka Tunggal Ika yang dasarnya adalah Persatuan dan kesatuan. Demikian juga dengan daerah Kabupaten Kerinci yang terdiri dari banyak Desa-desa.
Menyikapi fenomena sebagai mana terpapar di atas, harus mampu menjadi pelopor dalam mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan, yang berarti tidak saja mantap di dalam memahami dan menghayati arti dan peran penting nilai-nilai persatuan dan kesatuan, tapi juga mampu melaksanakan sekaligus menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, dan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan benegara.

0 komentar:

Posting Komentar

KLIK BENDERA UNTUK MENGALIHKAN BAHASA
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified