Labels

Senin, 14 November 2011

Melihat Kembali Kelayakan Pembangunan



Oleh :
Yan Salam Wahab

Suatu pembangunan diadakan tentulah dengan maksud agar ia dapat memberikan keuntungan atau manfaat sehingga dalam setiap perencanaan pembangunan harus selalu dipertimbangkan dan dihitung, apakah pembanguan yang akan dilaksanakan itu menguntungkan ataukah tidak. Jika pembangunan yang akan dilaksanakan dianggap menguntungkan, maka pembangunan itu dapat dianggap layak dikerjakan. Sebaliknya, jika dari hasil analisis diragukan akan dapat memberikan manfaat atau keuntungan, maka pembangunan itu tidak layak dan sebaiknya ditangguhkan.
Pengertian “menguntungkan" dapat berbeda antara pembangunan perseorangan atau pembangunan perusahaan swasta dengan pembangunan pemerintah. Pengertian menguntungkan bagi perseorangan atau swasta adalah keuntungan finansial, sedangkan pengertian keuntungan pada pembangunan pemerintah adalah manfaat yang mungkin berupa keuntungan ekonomi, sosial, keamanan, atau politis. Jadi, untuk pembangunan perseorangan atau perusahaan, keuntungan finansiallah yang terutama dituju.
Jika pembangunan diperkirakan tidak akan memberikan keuntungan finansial, maka pembangunan tersebut tidak akan dilaksanakan. Hal ini berbeda jika pembangunan tersebut merupakan pembangunan pemerintah yang umumnya ditujukan untuk kepentingan orang banyak. Jika suatu pembangunan diperkirakan tidak menguntungkan secara finansial, tetapi dari aspek sosial, keamanan, atau politis akan menguntungkan, maka pembangunan itu dapat dianggap layak. Pembangunan-pembangunan yang demikian sesungguhnya juga akan memberikan keuntungan finansial secara tidak langsung, atau dampak ekonomisnya baru terasa kelak. Contoh:
Pertama Pembangunan pendidikan tidaklah ditujukan untuk memperoleh keuntungan finansial secara langsung. Pendidikan akan meningkatkan mutu manusia yang selanjutnya akan memberikan mutu pekerjaan yang lebih tinggi sehingga dapat menguntungkanperusahaan atau lembaga tempat dia bekerja, dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas nasional.
Kedua Pembangunan jalan atau irigasi di pedesaan tidaklah akan memberikan keuntungan finansial, tetapi adanya jalan akan memperlancar arus barang dan meningkatkan perdagangan sehingga pendapatan penduduk akan meningkat, perdagangan dan industri dapat maju, dan kemakmuran pun akan meningkat pula. Adanya saluran irigasi akan dapat meningkatkan produksi pertanian sehingga pendapatan petani juga akan meningkat.
Jika perdagangan dan kegiatan ekonomi lainnya serta pendapatan penduduk meningkat, pendapatan negara pun akan dapat meningkat pula, antara lain melalui pajak. Jadi, suatu pembangunan dapat juga dianggap layak jika ia memberikan manfaat bagi hajat orang banyak, baik dalam pengertian ekonomi, sosial, agama, politik, ataupun pertahanan dan keamanan. Suatu pembangunan dapat juga dikatakan layak jika ia merupakan sarana atau prasarana untuk pembangunan-pembangunan berikutnya.
Berdasarkan pandangan tersebut, maka dalam perencanaan pembangunan perseorangan dan perusahaan diperlukan terutama analisis finansial, sedangkan pembangunan pemerintah lebih ditekankan pada analisis ekonomi. Pengertian finansial terutama mencakup aspek keuangan, antara lain modal yang diperlukan, besar pinjaman, lama pinjaman, besar cicilan, dan bunga. Pada pembangunan pemerintah hal ini juga dipertimbangkan. Jika hasil analisis finansial menunjukkan nilai-nilai negatif, maka untuk pembangunan perseorangan dan swasta dikatakan tidak layak, sementara untuk pembangunan pemerintah belum tentu tidak layak karena harus dipertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lain-lainnya.
Secara umum, untuk dapat mengatakan apakah suatu pembangunan itu layak atau tidak, perlu terlebih dahulu diperoleh jawaban atas masalah :
1. Secara Tekhnis (prosedur, teknologis, manajemen) dapat dikerjakan?
2. Apakah secara finansial atau ekonomis menguntungkan? 
3. Apakah dari segi sosial, politis, dan keamanan dapat dipertanggungjawabkan?
Semua pertimbangan tersebut dituangkan pada perencanaan yang dikenal dengan nama studi kelayakan (feasibility study). Studi kelayakan adalah nama yang populer dalam perencanaan pembangunan, baik untuk analisis pembangunan perseorangan dan swasta maupun untuk pembangunan pemerintah. Dalam studi tersebut dipertimbang-kan dan dibahas berbagai aspek, mulai dari aspek barang atau jasa yang akan ditangani sampai aspek finansial, hukum, sosial, dan sebagainya. Tentu saja untuk pembangunan-pembangunan perseorangan lebih ditekankan pada aspek teknis dan finansial, sedangkan untuk proyek pemerintah lebih banyak analisis ekonominya.

0 komentar:

Posting Komentar

KLIK BENDERA UNTUK MENGALIHKAN BAHASA
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified